Panduan perawatan kolam renang
Enam kebiasaan yang menentukan apakah air kolam Anda tetap jernih atau berubah hijau dalam seminggu.
Air kolam yang keruh hampir selalu berasal dari tiga hal: sirkulasi yang kurang, pH yang meleset, atau filter yang jenuh. Panduan ini menjelaskan ketiganya beserta angka yang perlu Anda pegang.
1. Sirkulasi air
Pompa harus menyala 6–8 jam sehari agar seluruh volume air tersaring minimal dua kali dalam 24 jam. Untuk kolam 6×3 m dengan kedalaman rata-rata 1,4 meter, volumenya sekitar 25.000 liter. Dengan pompa berkapasitas 7 m³/jam, dibutuhkan sekitar 7 jam untuk dua kali putaran penuh.
Jalankan pompa di siang hari, karena saat itulah suhu air tertinggi dan alga paling aktif berkembang.
2. Keseimbangan kimia air
Tiga angka yang perlu diperiksa rutin:
- pH: 7,2 – 7,6. Di bawah 7,2 air menjadi korosif terhadap logam dan nat keramik. Di atas 7,6 klorin kehilangan sebagian besar daya bunuh kumannya.
- Klorin bebas: 1 – 3 ppm. Di bawah 1 ppm alga mulai tumbuh. Di atas 3 ppm air mulai membuat mata dan kulit perih.
- Alkalinitas total: 80 – 120 ppm. Ini penyangga yang menjaga pH tidak naik-turun drastis. Perbaiki alkalinitas dulu sebelum menyetel pH.
Gunakan test kit, bukan perkiraan. Test strip cukup untuk pemeriksaan harian; test kit cair lebih akurat untuk penyetelan mingguan.
3. Filter
Catat tekanan manometer saat filter baru dibersihkan — itu angka normal Anda. Lakukan backwash ketika tekanan naik 8–10 psi di atas angka tersebut, biasanya setiap 1–2 minggu. Menunggu sampai air terlihat keruh berarti sudah terlambat.
Pasir filter perlu diganti setiap 3–5 tahun. Pasir yang sudah membatu tidak akan pulih dengan backwash sebanyak apa pun.
4. Pembersihan fisik
Kosongkan keranjang skimmer setiap hari, terutama jika ada pohon di sekitar kolam. Skimmer yang tersumbat memaksa pompa bekerja tanpa aliran cukup, yang memperpendek umurnya.
Sikat dinding dan dasar seminggu sekali. Beri perhatian ekstra pada sudut, anak tangga, dan sekitar lampu — tiga titik dengan sirkulasi paling lemah dan paling sering terlewat.
5. Masalah umum dan penyebabnya
Air hijau. Alga akibat klorin terlalu rendah atau sirkulasi kurang. Lakukan shock treatment, sikat seluruh permukaan, jalankan pompa 24 jam, lalu backwash.
Air keruh keputihan. Biasanya pH atau alkalinitas terlalu tinggi sehingga mineral mengendap. Periksa dan turunkan pH lebih dulu.
Noda coklat di dasar. Kandungan besi atau mangan dalam air sumber. Butuh penanganan dengan sequestering agent, bukan sekadar penyikatan.
Muka air turun terus. Penguapan normal sekitar 3–5 mm per hari. Kalau lebih dari itu, kemungkinan besar ada kebocoran pada pipa atau struktur.
6. Kapan sebaiknya menyerahkan ke teknisi
Perawatan harian bisa Anda tangani sendiri. Tapi empat hal berikut sebaiknya ditangani teknisi: dugaan kebocoran, penggantian pasir filter, servis atau penggantian pompa, dan penanganan noda mineral yang membandel.
Kalau Anda lebih memilih tidak mengurusnya sendiri, kami menyediakan kontrak perawatan rutin mulai Rp 700 ribu per bulan.
Tidak ingin mengurusnya sendiri?
Kontrak perawatan rutin mulai Rp 700 ribu per bulan, sudah termasuk bahan kimia.
081280627991